RSS

12 desember 2014



Kini aku harus menjadi setegar batu krang
Memeluk tubuhku sekuat intan
Membiarkan perasaan ini tersimpan rapat-rapat
Membungkam sembilu yang terlanjur hanyut kedalam darah

Bukan kah aku hanya seperti cangkang yang kosong
Hanya bisa  bukam
Tak tahu harus mengatakan apa
Atau menunjukan bagaimana

Karena Aku hanyalah menjadi hujan
Yang ku lakukan hanyalah berpura-pura berperan sebagai matahari
Tanpa bisa menjadi matahari

23 November 2014



Hatiku bergetar mengingat banyak hal yang terjadi spanjang hidupku…
Yang ku tahu dunia ini indah dengan beraksen kan kejujuran,
Berukirkan kebaikan ditambah campuran kebersmaan
Namun, kini aku belajar mnegrti, memahami dan melihat….

Aku yang selalu bungkam,
Ingin aku berkoar namun rasanya ini bukan menjadi rahasia umum lagi….
Ini tentang kesadaran
Kedasaran hati nurani masing-masing
Yang ku tahu hasil akan berbanding lurus dgn usaha…
Yang aku tahu hnya lah berusaha…
Yang aku tahu ketika jatuh maka aku akan kembali berdiri…
Krna yang aku tahu dunia memang tak adil, Namun Dia Maha Adil

dia


Aku merindukan pria itu
Pria yang tak seharusnya ku rindukan….
Rasanya itu seperti saat kamu memejamkan mata berayun pada ayun yang tergantung di bwah phon lalu senja perlahan datang dan kamu masih asyik dengan angin yang menyentuh lembut wajahmu
Aku tak megerti apa yang sebenarnya terjadi…
Dia? Iya dia….
Dia yang tak akan mungkin berjalan beriringan dengaku
Bahkan aku pun tlah lama menyadarinya….
Sejak awal aku dan dia menatap satu sama lainnya ....

Semuanya tidak mungkin, iya tidak mungkin….
Laut yang memisahkan itu terlalu luas
Jurang yang menjadi pembataspun terlalu dalam…
Dia iya dia….
Aku hanya bisa menyembunyikannya di hati
Melihatnya hanya dari kejauhan…

Dia iya dia,
Yang cepat atau lambat akan memilki bidadarinya sendiri